Denyut Bursa Saham Indonesia, Dibuka Anjlok Ditutup Lompat 50 Poin, Bom Boston dan Pelemahan China Guncang Wall Street Tadi Pagi

Denyut Bursa Saham Indonesia, Dibuka Anjlok Ditutup Lompat 50 Poin, Bom Boston dan Pelemahan China Guncang Wall Street Tadi Pagi

Denyut Bursa Saham Indonesia, Dibuka Anjlok Ditutup Lompat 50 Poin, Bom Boston dan Pelemahan China Guncang Wall Street Tadi Pagi

(Vibiznews-Stocks) – Meski banyak sentimen negatif yang beredar, IndeksHarga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melompat 50 poin didorong aksi beli di saham-saham unggulan dan lapis dua. Anjloknya harga komoditas membuat sahamnya melempem.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.720 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin Rp 9.710 per dolar AS.

Bursa Saham Indonesia dibuka anjlok 28,985 poin (0,59%) ke level 4.865,607 tadi pagi terkena berbagai sentimen dari luar negeri, mulai dari bom di Boston hingga melambatnya ekonomi China. Investor marak lakukan aksi jual.

Setelah jatuh hingga ke level terendahnya di 4.856,296 pagi tadi, indeks langsung balik arah ke zona hijau secara perlahan. Indeks pun terus menanjak sampai ke level 4.945,253.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG bertambah 31,377 poin (0,64%) ke level 4.925,969 didorong aksi beli investor di saham-saham murah. Saham-saham komoditas masih melemah sejalan dengan anjloknya harga komoditas dunia.

Indeks sektor komoditas masih betah nongkrong di teritori negatif, yaitu sektor agrikultur dan pertambangan juga konsumer. Tujuh indeks sektoral lainnya sudah berhasil menguat.

Menutup perdagangan, Selasa (16/4/2013), IHSG melompat 50,661 poin (1,04%) ke level 4.945,253. Sementara Indeks LQ45 menanjak 12,823 poin (1,55%) ke level 838,421.

Ledakan bom di Boston serta pertumbuhan ekonomi China yang lemah mengguncang pasar finansial dunia. Aksi jual pun terjadi hampir di seluruh bursa-bursa dunia.

Anjloknya harga komoditas, seperti emas, kedelai dan minyak mentah juga memberi sentimen negatif. Investor asing memilih keluar sejenak dan mengamankan aset-asetnya.

Hingga sore hari ini transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 286,86 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 126.284 kali pada volume 4,869 miliar lembar saham senilai Rp 5,466 triliun. Sebanyak 109 saham naik, sisanya 147 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional menutup perdagangan hari ini dengan mixed. Beberapa bursa saham berhasil ditutup positif di tengah maraknya sentimen negatif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 950 ke Rp 38.450, Sumber Energi (ITMA) naik Rp 900 ke Rp 4.525, Indocement (INTP) naik Rp 800 ke Rp 24.400, dan Telkom (TLKM) naik Rp 600 ke Rp 11.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.500 ke Rp 7.400, Tiga Raksa (TGKA) turun Rp 700 ke Rp 2.100, Garda Tujuh (GTBO) turun Rp 550 ke Rp 4.150, dan Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 14.500.

Ledakan bom di Boston serta pertumbuhan ekonomi China yang lemah mengguncang pasar saham Wall Street semalam. Indeks S&P 500 menderita koreksi lebih dari dua persen.

Saham-saham banyak terkena tekanan jual, terutama di sektor komoditas seperti minyak dan emas. Satu jam sebelum penutupan bursa, terjadi ledakan di dekat garis finish maraton di Boston yang menewaskan tiga orang dan  lebih dari 50 orang lainnya luka-luka.

“Aksi jual langsung terjadi begitu berita tersebut muncul,” kata analis dari Briefing.com dikutip AFP, Selasa (16/4/2013).

Sejak pagi Wall Street sudah mendapat tekanan, terutama setelah adanya laporan pertumbuhan ekonomi China yang melambat di triwulan pertama tahun ini, yaitu sebesar 7,7% dibandingkan 7,9% di tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi negeri tirai bambu itu di bawah ekspektasi pasar sebesar 8%. Hal ini menimbulkan kekuatiran akan lambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones anjlok 265,86 poin (1,79%) ke level 14.599,20. Indeks S&P 500 jatuh 36,49 poin (2,30%) ke level 1.552,36, sementara Indeks Komposit Nasdaq amblas 30,64 poin (1,94%) ke level 1.546,58.

selasti panjaitan

vibiz securities academy – edukasi saham

Sumber: http://vibiznews.com/2013-04-16/denyut-bursa-saham-indonesia-dibuka-anjlok-ditutup-lompat-50-poin-bom-boston-dan-pelemahan-china-guncang-wall-street-tadi-pagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s